test
Help me make the day, today. A fabulous one. Full of love, bless, and luck. Thank You. Amen
Tampilkan postingan dengan label Merepek. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Merepek. Tampilkan semua postingan
Minggu, 29 April 2012
Sabtu, 14 Januari 2012
"Kematangan Industri, Generalist vs Specialist, Job title/Role in Game Industry"
Ini lebih kepada meracau dibandingkan menulis blog.. (bukannya dari dulu juga meracau? wkwkkw)
Tulisan ini adalah tanggapan terhadap topik tertentu di forum Gamedevid yang membahas tentang "Kematangan Industri, Generalist vs Specialist, Job title/Role in Game Industry"
Bisa saya tangkap berarti topiknya lebih ke bagaimana trend generalis dan trend focused role ya.
Tentang hal ini, adalah hal yang memang sudah lumrah sekali terjadi di dalam industri tertentu yg sgt dipengaruhi oleh kematangan industri tersebut.
Tentang perbandingan artist vs progrmr, saya tetep merujuk pada kematangan art sebagai budaya yg sudah dimulai dr jaman yg masih sgt primitf dan berkembang sampai sekarang, sampai ke tahap industrial. Dapat dilihat dari universitas2 seni yang sudah sejak lama membagi2 fokus art ke jurusan2 tertentu yg dapat ditempuh mahasiswanya. Juga title yg sudah sejak lama dibagi2 berdasarkan focus pekerjaan. Dari yg saya tau. ini adalah imbas juga dr revolusi industri, di mana golongan2 dibuat dan dikotak2an yang kemudian juga sering menghasilkan diskusi tentang specialist vs generalist.
Melihat rentang sejarah panjang/revolsi yg dilalui art, silakan bandingkan dgn rentang waktu yg ditempuh untuk sejarah programmer/code. (Saya pribadi bukan pendukung penuh revolusi ini, menurut saya, hasil revolusi ini menjadikan manusia/pekerja menjadi lebih robot dari seharusnya)
Tentang generalist vs specialist. Pendapat saya pribadi, dan pengalaman pribadi, start as generalist dan berakhir specialist. Bayangkan proses itu sebagai proses pendakian gunung berkali2 menuju ke puncak. Every effort leads to the (almost) same top part of the mountain. Experience and expertise is earned. Somehow you can't just deliberately choose it at the first time, since you need the time, learning curve, and hundreds portfolios to shape what focused role that really fits you.
Portfolio, hasil dari karya pribadi, dikombinasikan dengan demand market/employer dan kerjasama team selama menggarap sebuah produk. Dari sana kita dapat melihat di mana tempat kita di team (dan bagaimana kualitasnya). dan celah2 mana yang dapat kita masuki. dan tangga mana yg dapat kita naik dan explore more.
Intinya, semakin matang industrinya semakin mudah kita melihat pembagian role. (sekarang job programmer juga sudah sangat cukup matang dalam taraf internasional dan belum begitu matang di negara2 tertentu termasuk indonesia).
Intinya, untuk dihargai sebagai specialist, harus di earn dengan memiliki portfolio dan pengetahuan mendasar yg menyeluruh yg meyakinkan yg mendukung penempatan yg tepat dgn role khusus tsb di dalam team developer. Specialist yg menempati posisi concept yg tidak berwawasan/experience luas dlm banyak hal, akan berakhir mendrag-down teamnya, ...they dont need him! :D
specialist yg menempati posisi produksi, harus dapat menerima berbagai task/request yg beragam atau sangat spesifik. Semakin skillful dan berpengalaman(dan tentu saja etos kerja & kinerja yg baik), akan semakin berguna peran dia dlm team.
....(pause)
salah satu sample polling yg di atas adalah 3D artist yg sepertinya di label "specialist"; kita bisa anggap 3D artist tsb sudah sangat berpenglaman sehingga dia bisa mendapatkan salary yg cukup tinggi. Itu dpt dilihat dr portfolionya yg dpt dipakai sbg employer sbg assurement kinerja and skill nya. Tentang posisi 3D artist sdri> di dalam anggapan dia adalah seorang specialist, title 3D artist itu sebenranya masih bisa dilihat sbg generalist, karena di beberapa development studio title 3D artist masih dibagi lagi berdasarkan fokus role tertentu. Contoh di codemaster, 3D artist dibagi2 lagi menjadi Car team, Environment, dsb. :)
Untuk masalah penghasilan programmer di indonesia VS penghasilan di sebuah negara di luar negeri :p (negeri mana ya?), .. pertama emang kurs nya beda, lalu kematangan industri beda, lalu developernya developer laris apa tidak? :p kalo gamenya AAA dan laris manis.. tentu aja bisa nggaji gede, lalu progremernya canggih apa tidak (canggih di sini ..bisa memberi slsi utk masalah dan memberikan inovasi tertentu, bkan sekedar bisa melakukan task/request yg diberi) :) Saya tidak bilang progremer di indo tidak canggih, saya cukup tau banyak yg hebat2. Bagi yg kurang canggih silakan mencanggihkan diri, dan bagi yg sudah hebat... (hmm tidak ada namanya "sudah hebat" tepatnya yg sudah sangat innovative kali ya), silakan membuat sesuatu yg hebat sebagai pembuka mata indonesia ..sebagai bukti kalau industri ini layak... sebagai bukti kalau programer itu layak digaji tinggi...bukti kalo software itu adalah mesin uang. Sebelum sampai ke tahap itu, IMHO sepertinya akan sulit untk industri dan market untuk appreciative enough about you and your shiny title :)))
Satu yg saya pegang adalah:
"Stop worrying about what other calls you, Start working what you do best"~
Indonesia, Let's make a dent to this world! ~Impactful! :)
Tulisan ini adalah tanggapan terhadap topik tertentu di forum Gamedevid yang membahas tentang "Kematangan Industri, Generalist vs Specialist, Job title/Role in Game Industry"
Bisa saya tangkap berarti topiknya lebih ke bagaimana trend generalis dan trend focused role ya.
Tentang hal ini, adalah hal yang memang sudah lumrah sekali terjadi di dalam industri tertentu yg sgt dipengaruhi oleh kematangan industri tersebut.
Tentang perbandingan artist vs progrmr, saya tetep merujuk pada kematangan art sebagai budaya yg sudah dimulai dr jaman yg masih sgt primitf dan berkembang sampai sekarang, sampai ke tahap industrial. Dapat dilihat dari universitas2 seni yang sudah sejak lama membagi2 fokus art ke jurusan2 tertentu yg dapat ditempuh mahasiswanya. Juga title yg sudah sejak lama dibagi2 berdasarkan focus pekerjaan. Dari yg saya tau. ini adalah imbas juga dr revolusi industri, di mana golongan2 dibuat dan dikotak2an yang kemudian juga sering menghasilkan diskusi tentang specialist vs generalist.
Melihat rentang sejarah panjang/revolsi yg dilalui art, silakan bandingkan dgn rentang waktu yg ditempuh untuk sejarah programmer/code. (Saya pribadi bukan pendukung penuh revolusi ini, menurut saya, hasil revolusi ini menjadikan manusia/pekerja menjadi lebih robot dari seharusnya)
Tentang generalist vs specialist. Pendapat saya pribadi, dan pengalaman pribadi, start as generalist dan berakhir specialist. Bayangkan proses itu sebagai proses pendakian gunung berkali2 menuju ke puncak. Every effort leads to the (almost) same top part of the mountain. Experience and expertise is earned. Somehow you can't just deliberately choose it at the first time, since you need the time, learning curve, and hundreds portfolios to shape what focused role that really fits you.
Portfolio, hasil dari karya pribadi, dikombinasikan dengan demand market/employer dan kerjasama team selama menggarap sebuah produk. Dari sana kita dapat melihat di mana tempat kita di team (dan bagaimana kualitasnya). dan celah2 mana yang dapat kita masuki. dan tangga mana yg dapat kita naik dan explore more.
Intinya, semakin matang industrinya semakin mudah kita melihat pembagian role. (sekarang job programmer juga sudah sangat cukup matang dalam taraf internasional dan belum begitu matang di negara2 tertentu termasuk indonesia).
Intinya, untuk dihargai sebagai specialist, harus di earn dengan memiliki portfolio dan pengetahuan mendasar yg menyeluruh yg meyakinkan yg mendukung penempatan yg tepat dgn role khusus tsb di dalam team developer. Specialist yg menempati posisi concept yg tidak berwawasan/experience luas dlm banyak hal, akan berakhir mendrag-down teamnya, ...they dont need him! :D
specialist yg menempati posisi produksi, harus dapat menerima berbagai task/request yg beragam atau sangat spesifik. Semakin skillful dan berpengalaman(dan tentu saja etos kerja & kinerja yg baik), akan semakin berguna peran dia dlm team.
....(pause)
salah satu sample polling yg di atas adalah 3D artist yg sepertinya di label "specialist"; kita bisa anggap 3D artist tsb sudah sangat berpenglaman sehingga dia bisa mendapatkan salary yg cukup tinggi. Itu dpt dilihat dr portfolionya yg dpt dipakai sbg employer sbg assurement kinerja and skill nya. Tentang posisi 3D artist sdri> di dalam anggapan dia adalah seorang specialist, title 3D artist itu sebenranya masih bisa dilihat sbg generalist, karena di beberapa development studio title 3D artist masih dibagi lagi berdasarkan fokus role tertentu. Contoh di codemaster, 3D artist dibagi2 lagi menjadi Car team, Environment, dsb. :)
Untuk masalah penghasilan programmer di indonesia VS penghasilan di sebuah negara di luar negeri :p (negeri mana ya?), .. pertama emang kurs nya beda, lalu kematangan industri beda, lalu developernya developer laris apa tidak? :p kalo gamenya AAA dan laris manis.. tentu aja bisa nggaji gede, lalu progremernya canggih apa tidak (canggih di sini ..bisa memberi slsi utk masalah dan memberikan inovasi tertentu, bkan sekedar bisa melakukan task/request yg diberi) :) Saya tidak bilang progremer di indo tidak canggih, saya cukup tau banyak yg hebat2. Bagi yg kurang canggih silakan mencanggihkan diri, dan bagi yg sudah hebat... (hmm tidak ada namanya "sudah hebat" tepatnya yg sudah sangat innovative kali ya), silakan membuat sesuatu yg hebat sebagai pembuka mata indonesia ..sebagai bukti kalau industri ini layak... sebagai bukti kalau programer itu layak digaji tinggi...bukti kalo software itu adalah mesin uang. Sebelum sampai ke tahap itu, IMHO sepertinya akan sulit untk industri dan market untuk appreciative enough about you and your shiny title :)))
Satu yg saya pegang adalah:
"Stop worrying about what other calls you, Start working what you do best"~
Indonesia, Let's make a dent to this world! ~Impactful! :)
Senin, 09 Januari 2012
Sarcasm as a joke
Somehow I think that sarcasm (as a joke) is a form of art.
Many said that it's a bad stuff for social, but I think it's more like a play on your communication boringness.
Like every other form of art, of course, only those who have sets of aligned mindset & references can laugh (or amazed) by the sarcasm.
Sarcasm is more like a noir-drama with a comedy-ending twist.
Tilt your angle a bit and eventually you'll see it as an (purely) entertainment.
note: Praise your friends who use sarcasm as a joke. it can be hilariously funny! *wink*
Many said that it's a bad stuff for social, but I think it's more like a play on your communication boringness.
Like every other form of art, of course, only those who have sets of aligned mindset & references can laugh (or amazed) by the sarcasm.
Sarcasm is more like a noir-drama with a comedy-ending twist.
Tilt your angle a bit and eventually you'll see it as an (purely) entertainment.
note: Praise your friends who use sarcasm as a joke. it can be hilariously funny! *wink*
a time bomb country
rumah gubuk, pake smartphone (walau kredit nyekek leher sdri; dan leher ortu?).
karyawan2 yg kerja hampa sudah pemandangan biasa.
"magabut!" kata mereka, sambil ngakak. berpindah2 dr 1 company ke company lain, membawa kebobrokan dan budaya parasit.
di dinding wishlist, nulisnya naek gaji selalu, sementara kinerja bagi mereka adalah formalitas saja.
mikirin perut sendiri minus compassion.
Lama2 aku lihat negara ini isinya bagai berjuta onggok orang yg sendiri2 mengejar obesitas individualis. hebatnya (!) itu dilakukan secara massal. membudaya(!)
Keadaan akut ini tak lama lagi akan meledak oleh sebuah revolusi.
a time bomb.
(a respond to a friend's writing)
Labels:
hidup,
Indonesia,
Ketidakhabispikiran,
Konsumerisme,
Merepek,
Tumpahan
Minggu, 15 Agustus 2010
Tawakkalku - Aku takkan berhenti.
Aku percaya dalam usahaku. Walau saat ini belum ternampak hasil sebagaimana yg diharapkan oleh aku dan orang2, namun aku tetap bersukur akan keadaan di mana aku masih diberi rahmat kekuatan utk dapat tetap bergelut, melangkah, memberontak, menembus jalan-jalan gelap yang enggan dilalui orang-orang lain.
Walau pandangan mereka miring dan mencibir, aku takkan kehilangan keteguhan hati ini. Tawakkal ku hanya milikMu. Mereka takkan dapat merebutnya.
Cobaan demi cobaan menghampiri jalan dan waktuku. Namun aku tetap tersenyum, tahu Tuhan takkan meninggalkan sisiku.
Dia menaungi setiap langkahku dan mengalii udara dalam paru-paruku. Indahnya! Aku bersukur. Dan aku tersenyum utk itu.
Bersama-Nya aku takkan terkalahkan.
Mereka mungkin melihat aku terjerembab dalam lumpur mengundang ejekan. Namun, mereka tak mengetahui kalau saat itu aku sedang bertambah kuat. Semakin baju ini lusuh terkoyak, semakin kulit di tangan ini menebal dan perih... Semakin aku tahu kalau aku belum mati.
Dengan Tawakkalku, aku tahu setiap detikku adalah keberhasilan besar. Hartaku yg takkan hilang :) Kamu mungkin tidak dapat menguangkannya. Ya, tentu saja, uang adalah setetes embun dibanding ini. Hal yang jauh mendahului uang dan kilau tahta.
Dan, aku tetap berjalan. Maju. Dengan sabarku. Dengan keteguhanku.Aku takkan berhenti.
Dan tentu saja, dengan Tawakkalku.
Jangan Menyerah! :)
Cobaan bukan Pedang pembunuhmu.
Tapi adalah rentangan tangan yang menyambutmu ke pintu Rahmat.
Mengeluh takkan pernah berguna, kecuali membunuh jiwa.
Cibiran takkan berarti kecuali sebagai tantangan!
Shut Up, Smile, and Dance! :)
Berkarya dan berkarya!
Aku takkan berhenti!
Di luar itu... Tawakkal... :) berserah diri sepenuhnya kepada Allah dalam menghadapi atau menunggu hasil suatu pekerjaan, atau menanti akibat dari suatu keadaan. Yang menentukan cuma kamu dan Tuhanmu!! bukan orang laen!! I believe that! ;p
Teman. Sampai jumpa di puncak Dunia.
Cheers,
Arie
(NB: Ini adalah kata hati.. bukan nasihat)
Walau pandangan mereka miring dan mencibir, aku takkan kehilangan keteguhan hati ini. Tawakkal ku hanya milikMu. Mereka takkan dapat merebutnya.
Cobaan demi cobaan menghampiri jalan dan waktuku. Namun aku tetap tersenyum, tahu Tuhan takkan meninggalkan sisiku.
Dia menaungi setiap langkahku dan mengalii udara dalam paru-paruku. Indahnya! Aku bersukur. Dan aku tersenyum utk itu.
Bersama-Nya aku takkan terkalahkan.
Mereka mungkin melihat aku terjerembab dalam lumpur mengundang ejekan. Namun, mereka tak mengetahui kalau saat itu aku sedang bertambah kuat. Semakin baju ini lusuh terkoyak, semakin kulit di tangan ini menebal dan perih... Semakin aku tahu kalau aku belum mati.
Dengan Tawakkalku, aku tahu setiap detikku adalah keberhasilan besar. Hartaku yg takkan hilang :) Kamu mungkin tidak dapat menguangkannya. Ya, tentu saja, uang adalah setetes embun dibanding ini. Hal yang jauh mendahului uang dan kilau tahta.
Dan, aku tetap berjalan. Maju. Dengan sabarku. Dengan keteguhanku.Aku takkan berhenti.
Dan tentu saja, dengan Tawakkalku.
Jangan Menyerah! :)
Cobaan bukan Pedang pembunuhmu.
Tapi adalah rentangan tangan yang menyambutmu ke pintu Rahmat.
Mengeluh takkan pernah berguna, kecuali membunuh jiwa.
Cibiran takkan berarti kecuali sebagai tantangan!
Shut Up, Smile, and Dance! :)
Berkarya dan berkarya!
Aku takkan berhenti!
Di luar itu... Tawakkal... :) berserah diri sepenuhnya kepada Allah dalam menghadapi atau menunggu hasil suatu pekerjaan, atau menanti akibat dari suatu keadaan. Yang menentukan cuma kamu dan Tuhanmu!! bukan orang laen!! I believe that! ;p
Teman. Sampai jumpa di puncak Dunia.
Cheers,
Arie
(NB: Ini adalah kata hati.. bukan nasihat)
Kamis, 05 Agustus 2010
Keindahan adalah Sederhana
Di saat kita setuju untuk berada di alam pikir pada titik yg paling sederhana, keindahan pun tak akan ragu utk kemudian menguak wujud murninya yang polos dari sebuah kenyataan yang sesungguhnya juga amat sederhana.
~arievianza
~arievianza
Selasa, 09 Februari 2010
Stupid People
stupid people tends to stupidly reject knowledge. even if when it's free.
~arievianza
9feb2010 22.09
Senin, 08 Februari 2010
Hidup dan Ketidakhabispikiran
Pertanyaan-pertanyaan yang terlontar sepanjang jalannya hidup
Aku tahu, takkan pernah bisa terjawab sempurna, semuanya.
Jutaan tanda tanya yang bergantung bak dedaunan di pohon kehidupan
Membuka jeda-jeda, menyedot udara jawaban yang melingkar berhembus
Bertanya apakah makna hidup
Bagai mengejar bintang yang selalu berlari menjauh
Boleh kau bertanya
Namun bersiap akan jawaban kehampaan
Boleh kau tak terima
Namun memang hidup adalah ini
Biarkan saja berjuta daun tanya bergantung dan menari
Biarkan mereka menjadi warna-warni hidupmu
Tak ada yang bilang bahwa selalu ada jawaban untuk setiap pertanyaan
Tak ada yang jamin semua akan instant. Tak ada yang bilang ini akan mudah
Hey!...Karena ini adalah hidup
Dan semua itu hanya akan bisa bermakna berwarna
Jika kau mau jalani hidup dengan semua pertanyaan dan ketidakhabispikiran itu
Jawaban adalah berkah
Pertanyaan adalah hidup
Kau manusia
Kau berpikir
Kau bertanya
Kau hidup
Ketika semua jawaban menampakkan rupanya,
Maka kau takkan lagi akan perlu untuk bertanya
Karena saat itu kau sudah tak lagi hidup
-arievianza
22.54 08feb2010
Minggu, 20 September 2009
Setetes dari Gambar yang Lebih Besar.
Berdamai...
Berbaik-baik...
dan Bermaaf-maafan lah
Bukan karena kalian harus...
Bukan karena ini hari khusus..
Tapi karena kalian sadar dan butuh.
Akan Cinta dan Damai.
Mari kita mulai mengisi hati kita dengan semangat yang sama... di hari apa saja, minggu, bulan, atau tahun apa saja.
Idul fitri dan Ramadhan adalah hanya setetes contoh..
Di mana kita melatih diri menahan emosi, untuk kemudian saling memaafkan. Saling menjamu. Duduk bersama. Mengisi hati dengan Cinta dan Kasih Sayang.
Agar kita dapat melihat Kenyataan yg lebih besar.
Perdamaian yang lebih global.
Tanpa memisah-misahkan golongan, kepercayaan, tradisi, warna kulit, ..ini untuk siapa saja.
Ini Damai Untuk seluruh umat manusia.
Berbaik-baik...
dan Bermaaf-maafan lah
Bukan karena kalian harus...
Bukan karena ini hari khusus..
Tapi karena kalian sadar dan butuh.
Akan Cinta dan Damai.
Mari kita mulai mengisi hati kita dengan semangat yang sama... di hari apa saja, minggu, bulan, atau tahun apa saja.
Idul fitri dan Ramadhan adalah hanya setetes contoh..
Di mana kita melatih diri menahan emosi, untuk kemudian saling memaafkan. Saling menjamu. Duduk bersama. Mengisi hati dengan Cinta dan Kasih Sayang.
Agar kita dapat melihat Kenyataan yg lebih besar.
Perdamaian yang lebih global.
Tanpa memisah-misahkan golongan, kepercayaan, tradisi, warna kulit, ..ini untuk siapa saja.
Ini Damai Untuk seluruh umat manusia.
Sabtu, 21 Maret 2009
Karma dan Cinta
Ketika Cinta.. hening dan menebar sepi di relung hati,
Semua berburu menggapai2 mencarinya, memujanya
Mereka tukar hidup dan harta untuk itu.
namun...
Ketika ketika Cinta sudah di hati dan tentramkan jiwa,
Semua lupa. semua takabur. semua besar kepala.
Cinta akan serta merta ditinggalkan...
Kau Sombong!
Arti Cinta tak lagi menjadi suatu yang penting.
Sekarang kau berkata itu???
Tanpa sadar kau bohongi hatimu
Kau bunuh jiwamu. Kau bunuh jiwaku.
Begitu malang nasib cinta...
Kala kau jemu. Cinta kau buang.
Dianggap hadiah gratis tak berharga yang bisa di buang semena semaunya.
Tanpa pernah bersyukur bagaimana cinta telah beri hidup pada hati.
Cinta itu ada, raihlah, rawatlah dan berterimakasihlah
Karena cinta adalah anugerah setetes Surga dari Yang Kuasa.
Namun, dia bertukar hati seperti bertukar celana!
Berikrar sumpah seperti sapaan sehari-hari
Menjadi budak jemu. Menjadi hamba rasa bosan.
Menjajakan ikrar dan tubuhnya silih berganti
Tak ada cinta yang layak untuk orang yang tak mau memberi hati dan berusaha membelanya.
Paras indahmu tak abadi.
Gemulai lenggokmu sebentar lagi beku.
Tak akan ia bisa terus lindungi busukmu.
Tunggu sampai cinta membalasmu
Ia tak akan sudi hadir buatmu lagi.
Karena kau mudah berkali-kali mengkhianatinya
Karena kau sudah tak jera-jera membuangnya
Mati. Sendiri. Dibunuh sepi.
Semua berburu menggapai2 mencarinya, memujanya
Mereka tukar hidup dan harta untuk itu.
namun...
Ketika ketika Cinta sudah di hati dan tentramkan jiwa,
Semua lupa. semua takabur. semua besar kepala.
Cinta akan serta merta ditinggalkan...
Kau Sombong!
Arti Cinta tak lagi menjadi suatu yang penting.
Sekarang kau berkata itu???
Tanpa sadar kau bohongi hatimu
Kau bunuh jiwamu. Kau bunuh jiwaku.
Begitu malang nasib cinta...
Kala kau jemu. Cinta kau buang.
Dianggap hadiah gratis tak berharga yang bisa di buang semena semaunya.
Tanpa pernah bersyukur bagaimana cinta telah beri hidup pada hati.
Cinta itu ada, raihlah, rawatlah dan berterimakasihlah
Karena cinta adalah anugerah setetes Surga dari Yang Kuasa.
Namun, dia bertukar hati seperti bertukar celana!
Berikrar sumpah seperti sapaan sehari-hari
Menjadi budak jemu. Menjadi hamba rasa bosan.
Menjajakan ikrar dan tubuhnya silih berganti
Tak ada cinta yang layak untuk orang yang tak mau memberi hati dan berusaha membelanya.
Paras indahmu tak abadi.
Gemulai lenggokmu sebentar lagi beku.
Tak akan ia bisa terus lindungi busukmu.
Tunggu sampai cinta membalasmu
Ia tak akan sudi hadir buatmu lagi.
Karena kau mudah berkali-kali mengkhianatinya
Karena kau sudah tak jera-jera membuangnya
Mati. Sendiri. Dibunuh sepi.
Labels:
Ketidakhabispikiran,
Merepek,
Renungan,
Tumpahan
Kamis, 05 Februari 2009
Menunggu
Di kekosongan ruang lelaki itu menunggu.
Berkali-kali ia menoleh ke jendela di samping kanannya.
Namun bayang-bayang yang diharapkannya muncul tak juga ada.
Masih teringat dan tersimpan rapat entah di mana di bagian memorinya, deretan kalimat terucap dan mengundang harapan dan dipenuhi.
Lewat sekitar satu jam, kembali matanya memandang jendela itu.
Tetap. Hampa.
Sedikit keraguan menetes di pegangan hatinya.
Tapi belum juga ia ragu. Yakinnya cukup kuat pada sang janji.
Ia yakin. Pasti akan datang.
Pasti.
Kali ini hampir setiap menit ia melirik jendela yang terang tanpa sekelebat pun bayang.
Hampa. Memang.
Tapi ini layak untuk ditunggu. Karena dia percaya.
Terus percaya dengan segala rasa hormatnya pada sang bayang.
Ia tetap menunggu. Ada bosan. Memang.
Tapi tetap ia menoleh. Setiap menit.
Mungkin memang menunggu yang hanya bisa Ia lakukan.
Tak apa-apa.
Mungkin akan cukup terhormat untuk menghormati sebuah janji yang datang dari sebuah cinta.
Yang tipis dan rentan.
Ya.
Kerena ia menunggu dengan cinta.
Dan itu cukup layak.
Paling tidak saat ini lelaki itu berpikir demikian.
Ia tetap di sana.
Di kekosongan ruang. Tersenyum menunggu.
Berkali-kali ia menoleh ke jendela di samping kanannya.
Namun bayang-bayang yang diharapkannya muncul tak juga ada.
Masih teringat dan tersimpan rapat entah di mana di bagian memorinya, deretan kalimat terucap dan mengundang harapan dan dipenuhi.
Lewat sekitar satu jam, kembali matanya memandang jendela itu.
Tetap. Hampa.
Sedikit keraguan menetes di pegangan hatinya.
Tapi belum juga ia ragu. Yakinnya cukup kuat pada sang janji.
Ia yakin. Pasti akan datang.
Pasti.
Kali ini hampir setiap menit ia melirik jendela yang terang tanpa sekelebat pun bayang.
Hampa. Memang.
Tapi ini layak untuk ditunggu. Karena dia percaya.
Terus percaya dengan segala rasa hormatnya pada sang bayang.
Ia tetap menunggu. Ada bosan. Memang.
Tapi tetap ia menoleh. Setiap menit.
Mungkin memang menunggu yang hanya bisa Ia lakukan.
Tak apa-apa.
Mungkin akan cukup terhormat untuk menghormati sebuah janji yang datang dari sebuah cinta.
Yang tipis dan rentan.
Ya.
Kerena ia menunggu dengan cinta.
Dan itu cukup layak.
Paling tidak saat ini lelaki itu berpikir demikian.
Ia tetap di sana.
Di kekosongan ruang. Tersenyum menunggu.
Penting Ga Penting
Hmmm....
Ternyata ga penting toh.....
Hmmm...
Ternyata dari 'dulu' selalu ga penting toh...
Hmmm...
Ternyata ga ada yang terlalu penting...
Hmmm...
Ternyata terlalu banyak yang terlalu penting..
Hmmm...
Ternyata ga bisa jadi penting....
Udah ah!!!
Aku mau kencing!!
Ternyata ga penting toh.....
Hmmm...
Ternyata dari 'dulu' selalu ga penting toh...
Hmmm...
Ternyata ga ada yang terlalu penting...
Hmmm...
Ternyata terlalu banyak yang terlalu penting..
Hmmm...
Ternyata ga bisa jadi penting....
Udah ah!!!
Aku mau kencing!!
Labels:
Merepek
Selasa, 03 Februari 2009
I Love You UVW Unwrap!!!
Pagi ini rasanya capek banget... Tapi hepi. Tapi Capek. Tapi Hepi. Ya!
Hmm...Komplit ga tidur ini...
Rasanya emang aku udah harus tidur deh. Rasa nikmat berkutat dengan UVWUnwrap tercinta (yang adiktif sekali) perlahan sirna berganti kebingungan. Bingung karena habis energi :p
Oke..oke..Arie.. kamu harus relax dulu.... lalu membujurkan diri dan menghilang sebentar dari tanggung jawab berkesenian mu!
Ya.. aku setuju.
Makanya ini nulis di sini. Biar kendur semua syaraf-syaraf kreatif yang di push ke batasnya. Di push sampai ke batas idiot ....wakakakka... Yup..From Fresh Idea to Rotten Idiot!! From idealist to Idiotic...
Kacau..kacau kalo lagi 85 persen ngantuk gini..bahasa udah belepotan tak karuan. Padahal udah dicoba cekoki pake nasi panjang alias mie kari instan non telor plus susu soda. Tetep ajee.. Malah menambah sukses berat di mata.
Hmmhh!! andai sehari bisa lebih dari 24 jam... Hmmhh... paling-paling giliran manusianya yang tepar di Rodi jadi lebih keras... Kalo emang bisa lebih dari 24 jam, berarti umur manusia akan lebih pendek....selain karena bekerja lebih lama juga karena perhitungan hari intervalnya jadi lebih panjang-panjang. Bilangan umur jadi makin sedikit deehh...
Oke oke.... cukup udah celoteh kacau ini.
Saatnya aku undur diri...
UNYIL KUCING!!!! *ngumpet bertahap kebalik panggung boneka denga ntangan yang dipendek-pendekkan dan di kibaskan kecil...
Hmm...Komplit ga tidur ini...
Rasanya emang aku udah harus tidur deh. Rasa nikmat berkutat dengan UVWUnwrap tercinta (yang adiktif sekali) perlahan sirna berganti kebingungan. Bingung karena habis energi :p
Oke..oke..Arie.. kamu harus relax dulu.... lalu membujurkan diri dan menghilang sebentar dari tanggung jawab berkesenian mu!
Ya.. aku setuju.
Makanya ini nulis di sini. Biar kendur semua syaraf-syaraf kreatif yang di push ke batasnya. Di push sampai ke batas idiot ....wakakakka... Yup..From Fresh Idea to Rotten Idiot!! From idealist to Idiotic...
Kacau..kacau kalo lagi 85 persen ngantuk gini..bahasa udah belepotan tak karuan. Padahal udah dicoba cekoki pake nasi panjang alias mie kari instan non telor plus susu soda. Tetep ajee.. Malah menambah sukses berat di mata.
Hmmhh!! andai sehari bisa lebih dari 24 jam... Hmmhh... paling-paling giliran manusianya yang tepar di Rodi jadi lebih keras... Kalo emang bisa lebih dari 24 jam, berarti umur manusia akan lebih pendek....selain karena bekerja lebih lama juga karena perhitungan hari intervalnya jadi lebih panjang-panjang. Bilangan umur jadi makin sedikit deehh...
Oke oke.... cukup udah celoteh kacau ini.
Saatnya aku undur diri...
UNYIL KUCING!!!! *ngumpet bertahap kebalik panggung boneka denga ntangan yang dipendek-pendekkan dan di kibaskan kecil...
Labels:
Merepek
Rabu, 07 Mei 2008
migrasi dan mulai lagi...
wew.. akhirnya berhasil juga migrasi bloggerku yg taon 2005... ke blogger yang gaya baru ini... Hmmm tapi kok tercatat memulai blognya jadi di update ke 2008 ya? Jadi kaya bikin account baru deh.... udahlah g masalah yg penting sudah aktif lagi blogger ini...
Labels:
Merepek
Sabtu, 27 Mei 2006
Goyang 5,9
27.05.06.
it's 5,9!
Ya itu Gempa di Jogja. Sadis, tragis, traumatis, dan..... manis?
Sadis
Tentu aja! gimana ga sadis? orang lagi tidur enak2 ehhh... di kocok gitu serumah2nya! Pas aku membuka mataku ruangan kamar yg seingatku pake lampu udah jd gulita dan... plus goyang yang bikin dinding kamar dan poster Tomcats ku kaya elastis gitu! Emang aku bangunnya rada(terlalu)telat! Tapi... sukurnya...entah sempet ngitung berapa detik(mungkin dua detik?) ato cm sepersekian detik begitu rasanya semua bergoyang dombret - aku buka mata, refleks, bangun melompat ke pintu di kiriku, meraih kunci pintu, memutarnya, menjatuhkannya (entah karena goyang super itu)! Masih dalam keadaan sepertiga sadar... tiba2 Grrrudukkkgrgzxgdgg!!! Aku cm bisa merapatkan badan ke pintu... (krn prnah kudengar itu adl t4 yg paling aman) sambil memegang gagang pintu erat2...dan seperti mimpi yg takkan kulupa... debu, gemuruh, guncangan, bau gamping dan semen...teriakan AllahuAkbar dari luar... segalanya dlm beberapa detik itu mengisi sedikit banyak memoriku di hari-hari ini. Setelah itu..... hening sesaat dan... terang, debu berbau mengisi paru2ku.. masih terdengar teriakan AllahuAkbar di luar.
Tragis
Sesaat kemudian baru kusadar.. ini aku dengan cuma celana dalam sekarang (harusnya td malam merupakan tidur yg nikmat..huh). Hei... itukan LeeCooperHijauku! tadinya tergantung di gantungan belakang pintu.. sekarang sebagiannya menyembul di balik runtuhan abu2...celana Favorit yg kupakai td malam dengan seluruh gaji ku yg harusnya tanggal 28!, dan dompet, dan kunci z200 ku! Beruntung! Kupakai aja sebelum tetangga dapat melihat menembus debu!.. Sip!
Bener aja! ga lama kemudian Joko datang memanggil namaku... Yeah Yeah I'm Alive!!!
Bak Superhero aku keluar menembus debu.. rambutku putih dengan kekakuan bak ijuk. badanku juga jadi abu2! telanjang kaki aku keluar lewat t4 yang harusnya.. tadinya.. disitu ada satu jendela. Dinding selatan rumahku kini tinggal kurang lebih 1 meter tingginya.. aku berdiri di atasnya melihat keluar (padahal ak juga diluar?) tetangga luar jendelaku terpincang(ada yg bilang kakinya patah, kemudian br aku tau dr suaminya kalo itu terkilir...berdarah) yang lain hilir mudik bingung. Joko selamat dan berbaju. Kutoleh kekiri.. kamarnya.. hmm..lumayan... peyot.
Butuh beberapa saat untuk 'bangun' dan meyakini kalo ini bukan mimpi. Dan mulai merasakan punggungku perih begitu kubasuh air badanku di pancuran kendi wudhi dekat sumur belakang rumah pak rejo. Kuikat rambutku dengan 'bekas' karet rambut yg serabutan kutemukan di reruntuhan. Sempat kutemukan betadine yg Kemudian dioles Joko ke punggungku.
Sekitar satu jam an ak menggali kamarku mengangkat barang2 yg langsung terlihat, PC, Jaketkulit, Handycam, motorku dan Joko yg tertimpa atap tp selamat..dibantu mas bambang dan Yopie yg kemudian datang...dan ..entahlah apalagi?. Yg terlintas dibenakku saat itu adalah M55 ku.. semua nomor ada disitu! Ak harus kontak semua.. keluarga dan teman... seseorang yg aku peduli... ak lupa nomornya! yg cm kuingat adalah nomor rumah di pontianak. Kelelahan sudah terlalu menyedotku, lututku lemas, dan lapar belom sarapan. uhhh... Ak memutuskan untuk keluar dari reruntuhan itu.. saat kulihat ekspresi semua orang jd panik dan terdengar teriakan ga jelas dari utara... Apa? ak bertanya2 kesemua orang yang juga bertanya2 kesemua orang untuk kemudian mendengar kata2.. "Air Naik dari selatan" Ohhh... Apalagi ini? Sesaat sekitarku jd sepi dan hening...semua entah kemana,- uhh lutut yg lemes ini! Setengah ga percaya... Ini Tsunami?... tapi... dlm keheningan terdengar gemuruh dr kejauhan... gemuruh! Mungkinkah? Sialan! ak hampir percaya ini Tsunami! Ak harus cek ke jalan Parangtritis! Kudorong motorku ke arah jalan besar... saking bingungnya PC ku cm kutaruh di depan rumah tetanggaku.
Orang2 Selatan berbondong2 ke Utara! Ada dr mereka yang menangis(biasanya ibu2), mukanya merah penuh airmata dan keringat, sekelompok cewe2 (anak kost?) mencoba menstop mobil yang menolak memberi tumpangan, sekeluarga diatas motor dengan sekarung beras dikangkangannya, cowo2 gondrong khas ISI dgn motor2 tuanya, Laki2 yg berlari panik telanjang kaki begitu sadar aku shooting dg handycam ku langsung 'JAIM' dan berjalan tenang (hmmh sempat2nya!), semua panik! pasti! Aku jg ga tau harus ngapain... nyuting aja! di kejauhan arah selatan kulihat awan mendung gelap melatarbelakangi rombongan exodus ke utara. Entah kenapa aku dan Joko ga ikut2an lari Tsunami. kita malah gantian jaga motor dan yg satunya nyopotin Hard disk dr PC masing. Selama bolak balik selalu aku ketemu Mas Agus yg teriak "anis!" anak cewenya..yg entah dimana.. Akhirnya ak tetap disitu sampai Tsunami yang ternyata cuma Isu usai. Bangsat tukang gosip!
Diam di t4 cuma bikin aku muak....jalan aja pake motorku bawa barang2 seperlunya... menuju.. entah kemana... ikuti arah pagi aku biasa ke kantorku ajah! sempat bertemu Arif padang dan temen ISI laen.. kasi dia sedikit betadine lalu cabut sambil kadang berenti ambil film di spot2 yg rubuh...sampe kekantor deh. wuhh! Cikon sempet kumintai tolong mengoles betadine punggungku. Pake telpon kantor untuk hubungi rumah dan bilang baik2 saja. Gila aja Ika sempet bilang dia mimpi aku kawin! Bikin Mamak panik aja! Seharian itu ak muteeeeer terus... bolak balik kantor kontrakan bareng cikon cari Ponsel ku yg ga ketemu2 dan ambil keperluan... ambil film gedung ambruk... kontak semua orang... tapi tak satupun cbisa nyambung...bikin gregetan aja! call catur,dimasgede dan kecil ga nyambung! mo cek keadaan Ratna ga pasti mana kost barunya...cari sate di jalan solo... mo cek keadaan Rina.. lupa jalan kerumahnya.. uhh... Makan siang dulu sama MAsagus n cikon, n soni. Sore. semua pada datang... Dimas, ike, dimas kecil, dita, semua selamat baik2 saja... Mulut berbusa saling cerita pengalaman masing2 dari pagi sampe sore... but... where are the gals??? Mumpung cikon dah ga bobo siang lagi, kita berdua tancap ke kost ratna...eh dia dah ga disitu dr jumat...langsung aj ke Rina...(cikon tau t4nya!) Ratna trnyata nginap disana! oke..., dan Rina baik2 saja... back ke kantor deh..
it's 5,9!
Ya itu Gempa di Jogja. Sadis, tragis, traumatis, dan..... manis?
Tentu aja! gimana ga sadis? orang lagi tidur enak2 ehhh... di kocok gitu serumah2nya! Pas aku membuka mataku ruangan kamar yg seingatku pake lampu udah jd gulita dan... plus goyang yang bikin dinding kamar dan poster Tomcats ku kaya elastis gitu! Emang aku bangunnya rada(terlalu)telat! Tapi... sukurnya...entah sempet ngitung berapa detik(mungkin dua detik?) ato cm sepersekian detik begitu rasanya semua bergoyang dombret - aku buka mata, refleks, bangun melompat ke pintu di kiriku, meraih kunci pintu, memutarnya, menjatuhkannya (entah karena goyang super itu)! Masih dalam keadaan sepertiga sadar... tiba2 Grrrudukkkgrgzxgdgg!!! Aku cm bisa merapatkan badan ke pintu... (krn prnah kudengar itu adl t4 yg paling aman) sambil memegang gagang pintu erat2...dan seperti mimpi yg takkan kulupa... debu, gemuruh, guncangan, bau gamping dan semen...teriakan AllahuAkbar dari luar... segalanya dlm beberapa detik itu mengisi sedikit banyak memoriku di hari-hari ini. Setelah itu..... hening sesaat dan... terang, debu berbau mengisi paru2ku.. masih terdengar teriakan AllahuAkbar di luar.
Tragis
Sesaat kemudian baru kusadar.. ini aku dengan cuma celana dalam sekarang (harusnya td malam merupakan tidur yg nikmat..huh). Hei... itukan LeeCooperHijauku! tadinya tergantung di gantungan belakang pintu.. sekarang sebagiannya menyembul di balik runtuhan abu2...celana Favorit yg kupakai td malam dengan seluruh gaji ku yg harusnya tanggal 28!, dan dompet, dan kunci z200 ku! Beruntung! Kupakai aja sebelum tetangga dapat melihat menembus debu!.. Sip!
Bener aja! ga lama kemudian Joko datang memanggil namaku... Yeah Yeah I'm Alive!!!
Bak Superhero aku keluar menembus debu.. rambutku putih dengan kekakuan bak ijuk. badanku juga jadi abu2! telanjang kaki aku keluar lewat t4 yang harusnya.. tadinya.. disitu ada satu jendela. Dinding selatan rumahku kini tinggal kurang lebih 1 meter tingginya.. aku berdiri di atasnya melihat keluar (padahal ak juga diluar?) tetangga luar jendelaku terpincang(ada yg bilang kakinya patah, kemudian br aku tau dr suaminya kalo itu terkilir...berdarah) yang lain hilir mudik bingung. Joko selamat dan berbaju. Kutoleh kekiri.. kamarnya.. hmm..lumayan... peyot.
Butuh beberapa saat untuk 'bangun' dan meyakini kalo ini bukan mimpi. Dan mulai merasakan punggungku perih begitu kubasuh air badanku di pancuran kendi wudhi dekat sumur belakang rumah pak rejo. Kuikat rambutku dengan 'bekas' karet rambut yg serabutan kutemukan di reruntuhan. Sempat kutemukan betadine yg Kemudian dioles Joko ke punggungku.
Sekitar satu jam an ak menggali kamarku mengangkat barang2 yg langsung terlihat, PC, Jaketkulit, Handycam, motorku dan Joko yg tertimpa atap tp selamat..dibantu mas bambang dan Yopie yg kemudian datang...dan ..entahlah apalagi?. Yg terlintas dibenakku saat itu adalah M55 ku.. semua nomor ada disitu! Ak harus kontak semua.. keluarga dan teman... seseorang yg aku peduli... ak lupa nomornya! yg cm kuingat adalah nomor rumah di pontianak. Kelelahan sudah terlalu menyedotku, lututku lemas, dan lapar belom sarapan. uhhh... Ak memutuskan untuk keluar dari reruntuhan itu.. saat kulihat ekspresi semua orang jd panik dan terdengar teriakan ga jelas dari utara... Apa? ak bertanya2 kesemua orang yang juga bertanya2 kesemua orang untuk kemudian mendengar kata2.. "Air Naik dari selatan" Ohhh... Apalagi ini? Sesaat sekitarku jd sepi dan hening...semua entah kemana,- uhh lutut yg lemes ini! Setengah ga percaya... Ini Tsunami?... tapi... dlm keheningan terdengar gemuruh dr kejauhan... gemuruh! Mungkinkah? Sialan! ak hampir percaya ini Tsunami! Ak harus cek ke jalan Parangtritis! Kudorong motorku ke arah jalan besar... saking bingungnya PC ku cm kutaruh di depan rumah tetanggaku.
Orang2 Selatan berbondong2 ke Utara! Ada dr mereka yang menangis(biasanya ibu2), mukanya merah penuh airmata dan keringat, sekelompok cewe2 (anak kost?) mencoba menstop mobil yang menolak memberi tumpangan, sekeluarga diatas motor dengan sekarung beras dikangkangannya, cowo2 gondrong khas ISI dgn motor2 tuanya, Laki2 yg berlari panik telanjang kaki begitu sadar aku shooting dg handycam ku langsung 'JAIM' dan berjalan tenang (hmmh sempat2nya!), semua panik! pasti! Aku jg ga tau harus ngapain... nyuting aja! di kejauhan arah selatan kulihat awan mendung gelap melatarbelakangi rombongan exodus ke utara. Entah kenapa aku dan Joko ga ikut2an lari Tsunami. kita malah gantian jaga motor dan yg satunya nyopotin Hard disk dr PC masing. Selama bolak balik selalu aku ketemu Mas Agus yg teriak "anis!" anak cewenya..yg entah dimana.. Akhirnya ak tetap disitu sampai Tsunami yang ternyata cuma Isu usai. Bangsat tukang gosip!
Diam di t4 cuma bikin aku muak....jalan aja pake motorku bawa barang2 seperlunya... menuju.. entah kemana... ikuti arah pagi aku biasa ke kantorku ajah! sempat bertemu Arif padang dan temen ISI laen.. kasi dia sedikit betadine lalu cabut sambil kadang berenti ambil film di spot2 yg rubuh...sampe kekantor deh. wuhh! Cikon sempet kumintai tolong mengoles betadine punggungku. Pake telpon kantor untuk hubungi rumah dan bilang baik2 saja. Gila aja Ika sempet bilang dia mimpi aku kawin! Bikin Mamak panik aja! Seharian itu ak muteeeeer terus... bolak balik kantor kontrakan bareng cikon cari Ponsel ku yg ga ketemu2 dan ambil keperluan... ambil film gedung ambruk... kontak semua orang... tapi tak satupun cbisa nyambung...bikin gregetan aja! call catur,dimasgede dan kecil ga nyambung! mo cek keadaan Ratna ga pasti mana kost barunya...cari sate di jalan solo... mo cek keadaan Rina.. lupa jalan kerumahnya.. uhh... Makan siang dulu sama MAsagus n cikon, n soni. Sore. semua pada datang... Dimas, ike, dimas kecil, dita, semua selamat baik2 saja... Mulut berbusa saling cerita pengalaman masing2 dari pagi sampe sore... but... where are the gals??? Mumpung cikon dah ga bobo siang lagi, kita berdua tancap ke kost ratna...eh dia dah ga disitu dr jumat...langsung aj ke Rina...(cikon tau t4nya!) Ratna trnyata nginap disana! oke..., dan Rina baik2 saja... back ke kantor deh..
Traumatis
Malam. ya. traumatis. aku bertekad ga mau tidur tanpa dapat melihat langit. Semua lukaku mulai bengkak... sakit juga, kaku. punggungku serasa dipukuli orang sekampung! kaki kananku sakit.susah jalan.... Malam itu, kalo boleh dibilang - mencekam... menyebalkan... sekaligus.. menyenangkan(cerita ttg menyenangkan ini ada di bagian Manis). Aku percaya semua orang Jogja dan sekitarnya malam itu tidak ada yang mau secara sengaja bobo di bawah atap.. semua Trauma- termasuk aku. Rasanya cukup sudah kejadian td pagi... ga minta tambah. Rasanya atap genteng lumayan juga -kalo mau tau. :) ditambahi bumbu : bata, beton, debu2, de el el... rasanya cukup bikin kapok.
Malam itu ak berencana bobo di t4 mas Agus. Di pelataran (harusnya jalan sih) orang2 kampung setempat sudah mulai menyiapkan peralatan tidur mereka. Outdoor..!!! Kupikir aku juga harus begitu. Dimas n Dita datang dan kemudian kita -aku,masagus,n cikon...ngobrol aga lama sambil menikmati kopi panas... Sebelumnya ak dapet telpon dr pak Eri... menanyakan keadaan.. kupikir ada baiknya ak nongol ke rumahnya yg ga jauh dr sini. Dan... aku pun meluncur. Disana aku...dan lagi2... yah gapapa sih... cerita all over again...again.. dari awal sampe akhir cerita yang sama.. Dan kita semua bertukar cerita... yeah 5,9 yang bikin juta cerita.
Malam makin larut. Aku,Dita,Dimas,Cikon. Ngobrol. Dimas kayanya dah ngantuk bgt. Tiduran di tikar.Dita dengan Buku Tekateki dan membawa cerita ttg Dunia Laen. Cikon yg kayanya mulai keserang trauma pasca gempa. Dan AKu yg selalu melihat kelebatan kejadian td pagi... bikin perasaan ga jelas... Trauma. Kadang berpikir, betapa beruntungnya aku.. bisa lolos.
Malam. ya. traumatis. aku bertekad ga mau tidur tanpa dapat melihat langit. Semua lukaku mulai bengkak... sakit juga, kaku. punggungku serasa dipukuli orang sekampung! kaki kananku sakit.susah jalan.... Malam itu, kalo boleh dibilang - mencekam... menyebalkan... sekaligus.. menyenangkan(cerita ttg menyenangkan ini ada di bagian Manis). Aku percaya semua orang Jogja dan sekitarnya malam itu tidak ada yang mau secara sengaja bobo di bawah atap.. semua Trauma- termasuk aku. Rasanya cukup sudah kejadian td pagi... ga minta tambah. Rasanya atap genteng lumayan juga -kalo mau tau. :) ditambahi bumbu : bata, beton, debu2, de el el... rasanya cukup bikin kapok.
Malam itu ak berencana bobo di t4 mas Agus. Di pelataran (harusnya jalan sih) orang2 kampung setempat sudah mulai menyiapkan peralatan tidur mereka. Outdoor..!!! Kupikir aku juga harus begitu. Dimas n Dita datang dan kemudian kita -aku,masagus,n cikon...ngobrol aga lama sambil menikmati kopi panas... Sebelumnya ak dapet telpon dr pak Eri... menanyakan keadaan.. kupikir ada baiknya ak nongol ke rumahnya yg ga jauh dr sini. Dan... aku pun meluncur. Disana aku...dan lagi2... yah gapapa sih... cerita all over again...again.. dari awal sampe akhir cerita yang sama.. Dan kita semua bertukar cerita... yeah 5,9 yang bikin juta cerita.
Malam makin larut. Aku,Dita,Dimas,Cikon. Ngobrol. Dimas kayanya dah ngantuk bgt. Tiduran di tikar.Dita dengan Buku Tekateki dan membawa cerita ttg Dunia Laen. Cikon yg kayanya mulai keserang trauma pasca gempa. Dan AKu yg selalu melihat kelebatan kejadian td pagi... bikin perasaan ga jelas... Trauma. Kadang berpikir, betapa beruntungnya aku.. bisa lolos.
Langganan:
Postingan (Atom)
